Suara adzan bergema indah dan membawa kembali kesadaranku. Aku tetap berbaring dan memperhatikan sekitarku. Lampu di kamarku masih menyala. Akh, ternyata aku tertidur sementara mengerjakan laporan semalam. Langit masih gelap dan terdengar dari kejauhan suara hanya satu dua sepeda motor yang lewat. Terlalu pagi untuk bangun! Kucoba untuk tidur lagi namun kedua mata ini tidak mau diajak bersahabat. Kutarik selimutku dan mencari keseimbangan untuk berdiri tegak. Menuruni anak tangga, kuarahkan langkah-langkah kecil menuju dapur dan membuat secangkir kopi. Satu teguk. Aromanya yang kuat menyegarkan kepalaku yang sarat dengan banyak hal. Begitu hangat. Begitu kental.
Sudah pukul 6:30. Tak terasa waktu berjalan cepat. Sepertinya aku ketiduran lagi tadi. Langit masih agak gelap namun terlihat sedikit goresan sinar matahari. Indah sekali pemandangannya. Dari patio terlihat hamparan hijau dan biru yang membentuk suatu harmoni. Kadang saat gelombang pasang aku bisa mendengar sayup-sayup suara ombak dari sini. Dari dalam rumah terdengar suara teman-teman. Sudah bangun mereka rupanya. Bapak yang tinggal di seberang rumah mengangguk dan menyebarkan senyuman ramah sambil melanjutkan jalan-jalan paginya. Mungkin tertawa geli dalam hati karena baru kali ini melihatku bangun ‘sepagi’ ini.
Angin berhembus lembut dan memainkan helaian rambutku. Aku teringat lagi padanya.
Beberapa tahun telah bergulir namun dia tidak pernah tergantikan. Seakan semua kenangan bersamanya baru terjadi kemarin dan tidak ingin dihapus. Seakan dia selalu hidup dalam ingatan (seperti gejala PTSD saja J). Walau setelah mengingatnya kadang aku merasa sedih namun aku bahagia pernah memilikinya sebagai bagian hidupku. Dia begitu berarti bagiku. Sungguh berarti.
Tahun-tahun telah mengajariku untuk mengenyahkannya dari keseharianku namun selalu ada ruang rindu untuknya. Selalu ada ruang di hati untuknya. Ada ruang di ingatanku untuk setiap kenangan yang pernah tercipta. Akh, kadang aku merasa bodoh. Bodoh mungkin, tapi paling tidak tetap jujur pada diriku.
Aku akan tetap berdiri, tetap menjadi gadis kecilnya yang kuat. Sampai saat itu datang…
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment